Kamis, 26 Desember 2013

Harapan



Tangisan dari harapan

Kini menjelma kembali di lubuk hati

Ketika pertama kali aku mengagumi

Kepolosan dan kemurnian dari setangkai bunga yang wangi

Dua musim kulalui bersamanya dalam ikatan janji

Saling menyayangi

Siang dan malam pun ku lewati

Seiring dengan warna warni bumi

Wanginya yang khas

Senantiasa hiasi hari hariku menjadi lebih berarti

Namun... seiring dengan waktu berlalu

Rasa sayangku pada bunga itu perlahan lahan memudar

Segala corak dan warna yang dulu sempat ku kagumi pun

Seketika sirna...

Karena dia telah mengkhianati janji

Dan kesetiaan yang selama ini ku kemas rapi dalam hati

Sungguh aku tak mengerti

Betapa mudahnya ia melepas diri

Setelah sekian lama aku merawat dan menjaganya sepenuh hati

Aku tak mampu menahan pedihnya luka ini

Tak mungkin aku menghirup kembali aroma bunga yang sudah tidak wangi lagi

Tak mungkin aku bisa menjamah lagi setangkai bunga yang sudah di penuhi duri

Mungkin suatu saat nanti

Dia akan mengerti , dia akan menyesali

Atas dirinya yang telah menyakiti

Itu pun jika ia masih memiliki hati nurani

Andai saja aku menemukan kembali bunga yang wangi

Kuharap corak dan warnanya jauh lebih berarti

Dan wanginya akan selalu abadi dalam hati


Herdian~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar